oleh

Keluarga Almarhum yang Terindikasi Covid-19 Merasa Tertekan dan Pertanyakan Hasil Swab dari RSUD Majene

Publik Sulbar.com. Majene, Suasana duka masih sangat terasa dari meninggalnya Almarhum H. Hizbullah dikediamannya Rabu 13/01/2021 di Lingkungan Pappota Kelurahan Labuang Utara Kecamatan Banggae Timur Kabupaten Majene Provinsi Sulawesi Barat.

Almarhum adalah mantan Kabag Umum Pemda Majene juga Caleg PKB pada Pemilihan Legislatif lalu. Semasa hidupnya sebagai pejabat Abdi Negara sampai pensiun dikenal sebagai sosok yang sederhana, santun dan baik hati serta ramah terhadap semua orang yang dikenalnya.

Namun timbul keluh kesah dari keluarga yang ditinggalkan khususnya ke Tiga anak kandung almarhum, akibat penyampaian  dari oknum pihak RSUD Majene tentang kematian almarhum terpapar Virus Covid-19, namun tidak disertai dengan bukti akurat berupa hasil tes Swab hasil Laboraturim dari Makassar.

Surat Ketrangan Non Reaktif dari Puskesmas

Menurut salah serorang anak dari almarhum yang enggang menyebut namanya, menceritakan kronologisnya, “Pada Sabtu (9/01-21) pukul 23.30 almarhum merasakan sakit, sehingga kami bawa dia ke Puskesmas Lembang, karena memang beliau mempunyai penyakit bawaan yang sering dikeluhkan semasa hidupnya, yakni Hipertensi dan Kolestrol Tinggi, namun setelah sampai di Puskesmas oleh petugas langsung memeriksa dan melakukan Rafid Tes yang hasilnya Non Reaktif/ Negatif” Tuturnya kepada Jurnalis Publiksulbar.com.

Hasil Non Reaktif/ Negatif tersebut berdasarkan Surat Keterangan yang dibuat Pihak Puskesmas Lembang Majene, ditandatangani Oleh Dokter Puskesmas tersebut. Lalu pihak Puskesmas menyarankan untuk segera dirujuk ke RSUD Majene dengan alasan keterbatasan alat kesehatan. Minggu sekitar 11.30 dirujuk ke RSUD dan langsung ditempatkan di ICU khusus pasien Covid-19. Padahal sewaktu di Puskesmas dinyatakan Reaktif, sehingga pihak keluarga melakukan protes, namun tidak ada tanggapan dari pihak RSUD Majene. Pukul 15.40 wita, dilakukan Tes Swab Oleh pihak Laboratorium RSUD, hingga akhirnya beliau meninggal Senin sore sekitar jam 03.30 wita.

Nah, yang jadi masalah bagi keluarga almarhum, pada malam hari petugas gugus penanganan covid kabupaten datang menyampaikan bahwa almarhum  positif covid-19. Sehingga para keluarga mempertanyakan hasil Lab. Dari makassar.

“ Kami minta bukti, mana surat keterangan hasil swab orang tua kami sehingga divonis Corona, ternyata mereka hanya menyampaikan bahwa hasilnya sudah keluar yang katanya dikirim lewat pesan WA” jelasnya.

Sewaktu Jenazah mau dikebumikan, ada oknum pejabat RSUD Majene menelpon kesalahsatu keluarga, namun anak almarhum langsung bicara pada oknum tersebut, mengatakan bahwa” BAPAK KAMU POSITIF COPID” disertai telpon dari Petugas Kesehatan dan Direktur RSUD Majene menyampaikan bahwa almarhum positif Covid dan jenazah harus dikuburkan sesuai prosesi prokes covid-19. Sehingga Pihak keluarga kembali mempertanyakan bukti tertulis dari hasil Laboratorium, tapi Pihak RSUD dan Tim Gugus tidak bisa memberikan bukti tersebut.

Hal inilah yang membuat pihak keluarga khususnya ke Tiga orang anaknya merasa tertekan, yang nota bene  merupakan ASN juga dan mempunyai keluarga sehingga mereka merasa terkucilkan dari masyarakat sekitar dan teman kantor karena mereka dianggap kontak erat dengan orang tuanya  yang positif covid. Mereka sudah merasa tidak nyaman dan menganggap bahwa ini adalah pencemaran nama baik dan sudah masuk unsur pidana serta memikirkan untuk lanjut kepihak yang berwajib.

Mereka paham bahwa ada alur yang jelas sehingga seseorang divonis positif covid-19,dan butuh waktu untuk mendapatkan hasil swab dari Makassar.

Harapannya kepada pihak yang berkompeten agar lebih profesional dan juga dapat menjaga perasaan orang yang berduka karena bagaimanapun juga covid bukan merupakan aib,tapi dapat menjadi aib bagi keluarga yang divonis positif covid apabila pemerintah dalam hal ini gugus tugas percepatan penanganan covid-19 didaerah tidak menjalankan profesionalitas dan pendekatan humanis kepada keluarga yang terkonfirmasi positif covid-19 . ( Iw 77/red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *