by

Gizi Buruk, Bayi Kembar Asal Desa Batu Pannu Dirawat Inap

“kendalanya tadi masalah biaya karena tidak memiliki BPJS, tapi kita sudah uruskan dan langsung aktif”, ungkap Nuning.

Publiksulbar.com, Mamuju — Tepatnya di Desa Batu Pannu, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju, Bayi kembar usia sekira 5 (lima) bulan beberapa minggu terakhir menderita Gizi Buruk.

Bayi kembar Muhammad Sahir dan Muhammad Sahil lahir 18 April lalu dengan kondisi Normal, namun memang ke-dua Bayi kekurangan ASI sejak lahir, dan tidak menggunakan susu formula.

“kondisi mereka waktu lahir tanggal 18 April dalam kondisi Normal, satu beratnya 3,2 Kg dan yang satu 2,6 Kg, dan kita perlakukan sepeti biasa karena memang Normal, hanya saja masalahnya ini Anak kekurangan Asi sejak lahir dan tidak pake Susu Formula”, kata Nuning Kurniari, S Kep_Kepala Puskesmas Desa Bambu kepada media.

“Mulai jelek KU nya, itu nanti bulan Agustus kemarin karena kami liat catatan di perkembangannya di bulan Juli itu masih Normal berat badannya, nanti datang di tanggal tanggal 24 Agustus kembali, cuma itu hari di Konseling saja Susunya, dan ternyata ini Anak berhenti di kasi Susu dan kasi Air hangat dan itu langsung Drop dan berat badannya turun dari 5,5 menjadi 3,2.” lanjut dijelaskan Nuning Kuniati.

Foto; Bayi Kembar Muhammad Sahir dan Muhammad Sahil Bayi Penderita Gizi Buruk saat diKunjungi Kadis Perdagangan Mamuju bersama Camat, Kapus Bambu dan Tim Dinkes Mamuju, Senin 07/09/20

Bayi kembar Muhammad Sahir dan Muhammad Sahil anak dari pasangan Wahid dan Lisa saat ini di tangani Tim Medis dan di lakukan Perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mamuju.

“Tadi kami datang dirumah Korban di Desa Batu Pannu bersama dengan Kepala Dinas Perdagangan Mamuju, Camat Mamuju, Kades Batu Pannu, Ibu Kabid dari Dinkes bersama Seksinya. Disana kami Diskusikan dan di anjurkan untuk rawat inap di Rumah Sakit karena nanti pemantauannya tidak bagus”, ucap Nuning.

Nuning Kurniati menyampaikan, pihak keluarga dari bayi kembar tersebut terkendala biaya dan tidak memiliki BPJS. Namun pihak terkait yang hadir mengunjungi langsung menyelesaikan pengurusan BPJS Sahir dan Sahil.

“kendalanya tadi masalah biaya karena tidak memiliki BPJS, tapi kita sudah uruskan dan langsung aktif”, ungkap Nuning.

Editor: b/red_ks.com

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *