by

2 Bakal Pasangan Calon Resmi Daftar Di KPU Mamuju

“Berkas pendaftaran dari Bapaslon Tina-Ado syarat pencalonan semua lengkap namun keabsahan formulir B.1.KWK masih status Belum Memenuhi Syarat (BMS) dikarenakan nama yang tercantum dalam formulir tersebut tertulis Sutinah Suhardi sementara KTP-el tertulis Siti Sutinah Suhardi. Sesuai Juknis 394 tentang teknis pendaftaran dan penelitian berkas dipersyaratkan nama yang ada diformulir B.1-KWK harus sama dengan yang ada di KTP-el jadi dikembalikan berkas tersebut untuk diperbaiki dimasa pendaftaran_Waktu yang diberikan untuk diperbaiki sampai dengan tanggal 6 September 2020 pukul 24:00 wita”, kata Hamdan Dangkang. Sabtu 5 September 2020.

Publiksulbar.com, Mamuju — Hari Sabtu (5/09), dua bakal pasangan calon Kepala Daerah resmi mendaftarakan diri di KPU Mamuju. Adalah pasangan Sutinah-Ado yang jadi bakal pasangan calon pertama tiba di KPU Mamuju sekira pukul 09.00 pagi. Menyusul Habsi-lrwan yang tiba di sekretariat KPU sekira pukul 14.00 Wita,

Oleh KPU Mamuju, berkas pencalonan maupun berkas calon oleh keduanya dinyatakan lengkap. Ketua KPU Mamuju, Hamdan Dangkang menjelaskan, berkas pencalonan Sutinah-Ado dan Habsi-Irwan telah sesuai dengan aturan pencalonan yang berlaku.

Meski di sisi‘ Iain, terdapat satu catatan penting yang mesti diperbaiki dalam dokumen pencalonan yang dimasukkan oleh PKS. Dokumen pencalonan PKS yang di Pemilukada Mamuju tahun ini mengusung paket Sutinah-Ado, wajib diperbaiki.

“Jadi pada prinsipnya semua dokumen pencalonan dan syarat calon sudah lengkap. Hanya saja, dokumen syarat pencalonan yang dimasukkan PKS kami nyatanya tidak sah pada saat mereka mendaftar,” beber Hamdan Dangkang, Sabtu (5/09).

Dinyatakan tidak sah, sebab dokumen pencalonan yang dimasukkan PKS nyatanya berbeda. Antara nama bakal calon Kepala Daerah yang tertuang dalam dokumen PKS yang disetor, berbeda dengan dokumen kependudukan yang dimi.|iki oleh bakal calon Kepala Daerah yang bersangkutan.

“B1-KWK yang dimasukkan PKS berbeda dengan identias nama dari sang calon yang tertuang di KTP elektroniknya. Di B1-KWK PKS tertulis Sutinah Suhardi, namun di KTP yang bersangkutan tertulis Sitti Sutinah Suhardi, Makanya kami nyatakan tidak sah,” sambung Hamdan.

Hamdan memastikan, kubu Sutinah-Ado dan PKS masih punya waktu untuk memasukkan perbaikan dokumen pencalonan. Setidaknya hingga batas akhir masa pendaftaran bakal pasangan calon di hari Minggu, 6 September 2020 pukul 24.00 Wita.

“Dan informasi yang kami peroleh, besok Sutinah-Ado dan juga PKS akan memasukkan perbaikan dokumen pencalonan,” tutup Hamdan Dangkang.

Editor; b/red_Sumber: wacana.info

Baca juga; https://publiksulbar.com/2020/09/05/tema-cultural-carnaval-millenial-habsi-irwan-menuju-kpu-mamuju/

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *