by

Silaturahmi Kebangsaan, Ketua FPK Sulbar Minta PEMBAURAN Jadi Mata Pelajaran SD Hingga PT

Rawat Keberagaman, Syukuri Kemerdekaan dengan Menjalankan Agama Secara Baik dan Benar

Publiksulbar.com, PEKANBARU – Keberagaman adalah nilai kemanusiaan yang universal, karena itu keberagaman harus dimaknai sebagai anugerah, bagi siapapun yang tak menghargai keberagaman harus dipertanyakan. Sementara kemerdekaan adalah rahmat Allah SWT. Salah satu bentuk mensyukurinya adalah dengan menjalankan agama secara baik dan benar.

Demikian diisampaikan, Ketua FPK Provinsi Aceh, Prof Dr Syahrizal Abbas, MA saat memberikan materinya pada silahturahmi Kebangsaan yang digelar FPK Provinsi Riau secara virtual, Sabtu (29/8/2020) mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB. Selain Ketua FPK Aceh, juga tampil memberikan materi sebagai pemantik diskusi, Ketua FPK Provinsi DKI Jakarta H.Zamakh Sari H.M.SH,MH, Ketua FPK Sulawesi Barat, Nanang Wahidin, S.Ip, Sekretaris FPK Bali, A.A Eka Dharma Kusumawati, SH.MH, dan Ketua FPK NTT Ir.Theoderus Widodo.

Sebelumnya Ketua FPK Provinsi Riau, Ir.AZ Fachri Yasin, M.Agr didampingi sejumlah Pengurus FPK Provinsi Riau menyampaikan pidato pembauran dari Sekretariat PSMTI Riau Jalan Setiabudi Pekanbaru. Di antara Pengurus yang hadir Dr Santoso yang juga sebagai Moderator, Sekretaris, Jailani, Prof B Isyandi dan lain sebagainya.

Prof Dr Syahrizal lebih jauh mengatakan, wujud mensyukuri kemerdekaan harus tercermin dalam aktivitas sehari-hari. Bangsa Indonesia harus menjalankan agama secara baik dan benar, baik itu pemeluk Agama Islam, Katolik, Kristen, Hindu, Budha dan lain sebagainya.”Wujud kedua adalah mengisi kemerdekaan dengan pembangunan yang bertujuan menciptakan masyarakat adil dan makmur. “Kita isi kemerdekaan ini dengansebaik-baiknya,”katanya.

Senada dengan itu,Ketua FPK Provinsi DKI Jakarta, H.Zamakh Sari H.M.SH,MH mengatakan, perbedaan yang ada harus dimaknai sebagai anugerah dan anugerah itu digunakan dengan sebaik-baiknya untuk mengisi kemerdekaan ini.

Hal yang sama juga disampaikan Sekretaris FPK Bali dan  Ketua FPK Sulbar. Bahkan Ketua FPK Sulbar, Nanang Wahidin menekankan pentingnya menggelorakan pembauran sejak usia dini. Bahkan dia meminta agar pembauran menjadi mata pelajaran di sekolah mulai dari SD hingga Perguruan Tinggi.

Ketua FPK NTT, Ir.Theoderus Widodo lebih menekannya pentingnya merawat rasa nasionalisme. Menurutnya salah satu bentuknya adalah menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia di instansi-instansi pemerintahan minimal dua kali dalam sehari. “Di beberapa negara rasa nasional dibentuk dan dipupuk, kita juga harus lakukan itu,” katanya.

Sementara dalam diskusi yang dipandu moderator Dr Santoso dan Host Dr Wahyu ini, sejumlah Ketua FPK menggaungkan pentingnya merawat persatuan di tengah keberagaman. Di antara FPK yang menyampaikan tanggapan, di antaranya, Ketua FPK Sumatera Barat, Dr Otong Rosadi, Ketua FPK Balik Papan, Abdul Rachim, FPK Provinsi Kampar Yusrin dan Pengurus FPK Kabupaten Kuantan Singingi.

Ketua FPK Provinsi Riau AZ Fachri Yasin dalam Pidato Pembauran mengajak semua pihak menyukuri anugerah kemerdekaan bangsa Indonesia yang masih dirasakan pada usia NKRI ke-75 ini. Setiap tahun momentum kemerdekaan Indonesia selalu diperingati, yang pada hakikatnya bukan semata untuk perayaan. Lebih dari itu peringatan kemerdekaan bangsa Indonesia adalah momentum dimana seluruh anak bangsa sepantasnya untuk menyadari bahwa kemerdekaan adalah anugerah besar sebagai rahmad dari Allah, Tuhan yang Maha Esa atas perjuangan para pahlawan bangsa beratustahun, dengan bertaruh keringat, darah, dan nyawa.

“Memperingati kemerdekaan bangsa merupakan momentum untuk membangun kedasaran bahwa kemerdekaan adalah jembatan emas yang harus disyukuri dengan melajutkan pejuangan para pahlawan. Bila dahulu para pahlawan berperang dengan bambu runcing dan keris hingga sampai pada gerbangkemerdekaan Indonesia, maka sekarang kewajiban kitalah menjaga dan mengisi kemerdekaan dengan membangun kemakmuran, kesejahteraan, dan keadilan sosial bagi seluruh anak bangsa dalam kesatuan Negara Republik Indonesia. Pekerjaan tersebut merupakan tugas kebangsaan kita sebagai generasi penerus dan sekaligus pewaris kemerdekaan,” katanya.
 
Indonesia, adalah sebuah bangsa dengan keragaman terbesar di muka bumi. Bangsa ini telah 75 tahun melintasi beragam tantangan, baik internal maupun eksternal. Dengan keragamannya Indonesia memiliki potensi besar untuk maju dan terdepan, namun di sisi lain keragman juga menjadi potensi beban berat kelangsungan Negara Kesatuan ini. Kedewasaan kita sebagai bangsa dalam hal ini diuji, untuk kita mampu hidup dalam berbedaan sekaligus menjaga harmoni dalam kesatuan.

Dalam konteks tersebut, Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) hadir sebagai pilar kebangsaan yang secara operasional mengimplementasikan nilai-nilai keragaman dalam menciptakan kesatuan, Bhineka Tunggal Ika. FPK Provinsi Riau sejak berdirinya, senatiasa meneguhkan komitmen untuk menjaga keragaman sebagai potensi bangsa dengan melaksanakan literasi, gerakan sosial, dan pelestarian budaya etnis di wilayah provinsi Riau.

“Peran FPK Provinsi Riau bersama dengan pemerintah dan masyarakat secara signifikan mampu membangun susana damai dalam lingkungan adat Melayu dan keragaman lintas etnis. Riau pada akhirnya terasa menjadi rumah damai bagi beragam etnis; Melayu, Jawa, Minag, Batak, Sunda, Papua, Bugis, aceh, tionghoa, dan masih banyak lagi. Bila engkau menggengam kemiri, janganlah campur dengan tembakau, bila ingi melihat indah ragam NKRI, lihat di sini provinsi Riau,” katanya.
 
Ke depan bangsa Indonesia akan menghadapi tantangan yang lebih berat dan besar lagi. Ujian-ujian besar telah diperlihatkan oleh Tuhan sebagai tantang besar untuk tetap lestarinya kemerdekaan dan tegak berdiri NKRI. Wabah covid 19, isu radikalisme, banjirnya tenaga kerja asing, dan bahkan persoalan fundamental bangsa yaitu eksistensi Pancasila yang terusikakhir-akhir ini, merupakan tantangan besar yang harus disikapi dengankomitmen kebangsaan dan semangt kebersamaan.

Dalam dinamika tersebut, FPK provinsi Riau senantiasa bersiap diri bersama unsur anak bangsa yang lain untuk menjadikan ujian-ujian besar tersebut bukan sebagai pemicu kelemahan, tetapi justru sebagai pengungkit semangat kebangsaan dan persatuan. Semangat dalam rangka menuju kecermelangan bangsa. FPK Provinsi Riau yakin bahwa di balik ujian besar ini Tuhan Yang Maha Esa tengah mempersiapan keindahan-keindahan besar untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dalam waktu dekat Provinsi Riau juga akan menghaapi agenda besar, pesta demokrasi pemilihan Bupati/Walikota di beberapa daerah. Sebagaimana biasanya dalam setiap agenda pemilihan pemimpin daerah riak-riak demokrasi akan muncul. Bila tidak difahami dengan benar, kondisi ini akan menjadi pemicu gesekan horisontal yang tidak produktif. Hal ini menjadikan esensi demokrasi justru menjadi semakin kabur dan tak berarti. Oleh karena itu membangun kesadaran secara dewasa untuk menghargai perbedaan dalam semangta kebersamaan dan kesatuan adalah satu hal yang paling utama.
 
FPK Provinsi Riau secara khusus menyeru kepada segenap masyarakat Riau dari berbagai latar belakang etnis, kelompok, dan golongan untuk bijak dan dewasa dalam mengahdapi dinamika politik ke depan. Mari kita bangun rasa kebangsaan yang beragam sebagai nilai terpenting bagi tetap tegak dan kokohnya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Karena berbedalah kita bersatu, dan karena beragamlah kita menjadi indah.

“Pada akhirnya FPK provinsi Riau mengucapkan tahniah hari jadi Negara Kesatuan Republik Indonesia yang ke -75. Doa dan harapan kita semoga negeri ini senatiasa dalam lindungan Tuhan, Allah SWT. Selalu tanggung menghadapai tantangan,  tinggi menjulang dengan kejayaan, dan terbilang diantara bangsa-bangsa di dunia. Semoga Tuhan, Allah SWT meridhoi kita semua,” ujar Fachri Yasin berapi-api.

Menutup acara webinar Silahturahmi Kebangsaan yang diikuti ratusan peserta se Indonesia itu, Sekretaris FPK Riau, Jailani Tan menanggapi banyaknya usul tentang pembentukan FPK Nasional. Menurutnya Pembentukan FPK Indonesiasedang digagas dan FPK Riau mendukung hal itu. Menurutnya dalam waktu dekat akan diadakan pertemuan virtual FPK se Indonesia dengan hots FPK DKI Jakarta. “Kita harapkan pada pertemuan itu taknya hanya dihadiri 8 Provinsitetapi banyak Provinsi dan jika bisa 34 Provinsi hadir,”katanya.(sp)

Sumber: METRORIAU

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *