Mamuju

Pekerjaan Plat Deuker Di Keluhkan, Di duga Jadi Penyebab Kecelakaan

Peristiwa

Publiksulbar.com, Mamuju — Pengendara juga masyarakat mengeluhkan pekerjaan plat deuker (gorong-gorong) yang berada di jalan poros Mamuju-Kalukku tepatnya di lingkungan lengke-ampallas Mamuju. Yang diketahui dikerjakan oleh PT. Karya Mandala Putra (KMP).

Salah seorang warga, Irham mengatakan dengan besarnya lubang di sisi plat duiker mengakibatkan sering kali terjadi kecelakaan dan perlu ekstra hati-hati untuk melalui plat duiker tersebut, khusunya pada malam hari.

Foto: Plat Deuker yang berada di jalan poros Mamuju-Kalukku

“sering kali terjadi kecelakaan disini pak karena besarnya lubang disisi Plat Duiker dan tidak ditimbung oleh pekerja sehingga saya sebagai warga terpanggil untuk menimbung daripada pengendara sering celaka dan boleh dikata hampir setiap hari ada orang jatuh”, Irham warga sekitar.

“Saya sangat sayangkan adanya pekerjaan Sepertinya dikerja secara asal asalan sudah banyak korban disini namun belum ada perbaikan terpaksa saya sendiri yang pergi menimbun dari pada Korban terus berjatuhan Mana lagi pekerjaan Talud penahan Air Plat Duiker diduga baru berjalan satu minggu sudah Roboh”, Ucapnya.

Di duga akibat dari pengerjaan plat duiker yang terkesan asal-asalan, rabu malam pada tanggal 1 Juni 2020, terjadi Kecelakaan Lalulintas (lakalantas) di jalan poros Mamuju-Kalukku tepatnya di lingkungan lengke-ampallas Kelurahan Bebangan. Lakalantas terjadi tepat di plat duiker atau gorong-gorong yang belum lama ini di kerjakan.

Foto: Mobil Agya Merah milik pengendara Bapak Iman.

Peristiwa lakalantas mengakibatkan 2 (dua) kendaraan roda 4 (empat) rusak berat. Salah satu pengendara dalam laka tersebut atas nama Imanuddin yang merupakan Pimpinan media online mbs77sulbar.com.

Kecelakaan tersebut bermula ketika Mobil Agya berwarna Merah yang dikendarai oleh Iman berjalan perlahan di atas Plat Duiker di karenakan besarnya lubang disisi pinggir membuat mobil berjalan dengan extra hati-hati, namun naas dari arah belakang sebuah mobil Pick Up yang bermuatan jeruk menabrak, dan membuat mobil agya merah terdorong melewati bahu jalan dan menabrak tiang.

Iman pengendara agya merah yang menjadi korban menegeskan kepada penyelenggara jalan wajib membenarkan jalan yang rusak serta memberikan tanda atau rambu untuk mencegah kecelakaan. Ia mengatakan, dalam UU Lalu Lintas juga mencatat bahwa penyelenggara yang tidak segera memperbaiki jalan sehingga menyebabkan kecelakaan lalu lintas dapat terkena sanksi.

“Saya Tegaskan Kepada para pihak penyelenggara Proyek Agar bertanggung jawab atas kejadian yang telah menimpah pengendara termasuk diiri saya sebagai korbannya karena ini sudah jelas secara Konstitusi.” Tegas Iman

Untuk kecelakaan dengan korban yang mengalami luka ringan, sanksi berupa pidana penjara paling lama 6 bulan atau denda paling banyak Rp 12 juta. Apabila korban mendapatkan luka berat, akan dikenakan hukuman pidana maksimal satu tahun atau denda paling banyak Rp 24 juta. Bila sampai mengakibatkan meninggal dunia, maka pidana penjara maksimal 5 tahun atau denda maksimal Rp 120 juta.

(berita di verifikasi lebih lanjut)

(mbs/red)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close